who see me ?

Friday, February 8, 2013

Cornetto Love Journey, I called this L.O.V.E

Kemaren, sok-sok-an ikut cornetto Love Journey disuruh submit cerita, dan gue submit satu cerita.. bukan gue banget sihhh ( he'eh)..Semoga menang.. aamiin.. nih cerita nya,

....



Pertama kali kenal, ketika sama-sama sekolah di SD yg sama. SMP dan SMA kita beda sekolah, Dirga namanya. sahabat laki-laki aku. diSMA nya dia terkenal sebagai playboy cap kadal bunting. dan disekolah ku, aku terkenal playgirl cap ayam bawang.hehehe.. ga bangga sih bisa punya kesamaan dengan predikat itu yang melekat dikita. Cuma ya mau gimana lagi.itu kan penilaian mereka. setiap disekolah aku selalu dengar berita tentang dirga, yg dirga pacaran sama anak sekolah sini lah, situ lah, pokonya macem-macem banget. dirga itu hobinya gonta ganti pacar dan tebar pesona, kalo aku hobinya ganti-ganti yg anter jemput.ada yg dipacarin, ada yg cm dijadiin ojek/supir pribadi. player panggilan dirga buat aku. dan aku biasa manggil dia si PK(penjahat kelamin). kita jarang banget ketemu. pas SMP sama SMA kita bisa ketemu paling Cuma beberapa kali. ngga se intens dulu. pas lulus SMA dirga ngelanjutin kuliahnya dijakarta, aku karen ngelanjutin juga kuliah dijakarta. selama awal mulai kuliah kita ga pernah ketemu, sama sekali. sama-sama sibuk dan ribet sendiri..


Tahun 2009 dirga coba-coba ikut ajang pencari bakat.disana dia kenalan dengan cewek (namanya juga playboy) dia kenalan dengan salah satu finalis yg “ehem” lumayan cantik lah. dan dirga PDKT-in itu cewe sampe ajang pencarian bakat itu selsai. kedekatan dirga dan wanita itu semakin dekat. namanya sasya, sasya anak dari orang yang termasuk penting di indonesia. pantesan aja dirga gesit banget deketinnya. semakin lama semakin deket akhirnya dirga pacaran sama dia (sasya).



selama dirga menjalin hubungan sama sasya, karen sama dirga sempet berapa tahun ga ketemu. dirga ini ganteng banget. kalo di hitung skala 1-10 gantengnya dirga itu 9,5. 0,5 nya krn dirga menurut karen nyebelin banget. maklum tiap ketemu dirga karen ga pernah akur. keseringan ributnya di banding akurnya. ada aja hal yg bikin brantem. kebetulan karen pun kalo ngomong nge-gas mulu. jd dirga anggepnya karen teriak-teriak. padahal ga gitu maksudnya.


Akhirnya reuni SD lah yang pertama kali nemuin karen sama dirga lg. reuni sd tahun 2012 karen sm dirga pergi ke objek wisata pulau tidung. dari situ karen sama dirga jd ketemu dan ngobrol terus. yg tadinya bs bertahun-tahun ga ketemu. skrg hampir setiap hari harus ketemu. dirga skrg udah kerja, dan karen masih kuliah. dan soal percintaan dirga masih pacaran sm wanita yg namanya sasya. mereka udah jalan 2 tahun. berarti 2 tahun jg aku dan dirga ga ketemu. dan karen baru putus dari pacarnya. dirga ini LDR sama pacarnya. Sasya kuliah di negara tetangga. dan dirga tetep stay dijakarta. aku bingung,bisa-bisanya sasya ini percaya sama dirga. padahal dirga ini terkenal bgt playboy nya.entah udah ratusan bahkan ribuan masalah kali yang mereka udah laluin.

dirga bukan typical yg suka ngeluh.dirga keliatan banget kuatnya. dirga keliatan banget tertutupnya.aku sama dirga emang kl bercanda suka keterlaluan. tp tetep semua Cuma temen.
pernah waktu itu dirga bilang 
“ren,bs bedain kan mana yg harus pake perasaan mana nggak,jangan pake hati ya ren kalo sama gue”
karen kaget, ko dirga bisa2nya berpikir itu. dr mana karen sukanya sm cowo yg mulutnya kasar, dan kelakuannya berantakan kaya dirga. cowo impian karen itu, cowo pendiem dan ga banyak tingkah kaya dirga. kalo kata dirga anak2 yang jd bahan bully pas SMA. terserah deh, yang penting karen suka dan nyaman. seiring berjalannya waktu karen sama dirga makin deket. karen sering nginep dirumah dirga cm buat numpang ngerjain tugas. selama itu juga keadaan karen ga pernah dikasih tau ke sasya, yg sasya tau Cuma dirga anak baik dan ga pernah main yang aneh-aneh dengan wanita manapun. padahal dirga sama karen sering ketemu sepulang dirga kerja. kalo sabtu minggu dan karen ada acara temennya yg nikah, pasti dirga selalu nemenin. begitupun dgn dirga. tapi kl temen yg sasya kenal jg. dirga ga pernah ajak karen. karna sasya itu cemburuan bgt. ya namanya juga LDR jadi sasya sangat lebih sensitif. lama kelamaan, karen ngerasa dirga lebih posesif, dirga jd lebih sering ngelarang karen untuk ini dan itu, kalo karen ngelanggar dirga ga segan2 buat negur. dirga ga segan2 buat marah-marah sama karen.


karen bingung dengan keadaan dirga yg berubah dan udah mulai aneh. dirga jadi jauh lebih perduli dengan hal kecil karen. padahal dirga itu typical cuek, ga peka dan ga pernah peduli-an orangnya. tapi kali ini beda. dirga berubah, dirga lebih nice. dan beberapa kali dirga memanggil karen dengan “sayang” biasanya manggil karen dengan sebutan “njing” “nyet” atau apalah panggilan dirga yang ngasal. karen semakin aneh, karena karen selalu inget kata2 dirga dan juga keberadaan sasya. dirga masih ada sasya, dirga ga mungkin lepas sasya. sasya ga mungkin lepas dirga.. karna sasya terlalu sayang dan takut kehilangan dirga, sasya itu nekat. pernah pas kita lg pergi makan. sasya telphone dirga, dan sasya tau dirga ga dirumah. sasya dengan nekatnya mengancam dirga bahwa sasya akan bunuh diri kalo misalnya dirga ga pulang saat itu juga. SAKIT JIWA. iya sasya segitunya sama dirga, ga bisa melepaskan dirga dengan teman-temannya. sasya akan halal-in seribu cara untuk dirga. seorang dirga. sasya yang memiliki segalanya, segala akses apapun. karena orang tua nya yang memiliki nama besar di Indonesia. tapi tetap stuck dengan dirga. karna sayangnya untuk dirga yang berlebihan. sasya yang terlalu posesif padahal mereka LDR, ketidak percayaan sasya membuat dirga gerah dan lelah. pernah aku dengar dirga dengan santainya memarahi sasya yang menuduhnya dengan berlebihan. bukan sasya kalo tidak bisa memiliki apapun yang dia mau. dia mau dirga, selamanya. dirga harus terima itu. kasian dirga, dia sayang sasya tapi bukan ini yg dirga mau. ini ga sehat. dirga kuat, dirga ga pernah ngeluh, dirga ga pernah menjatuhkan sasya se-menyiksa apapun ke adaannya. dirga sangat menghormati wanita. walaupun ke playboy-an nya melekat sekali dihidupnya.


Dengan ke anehannya beberapa waktu yang lalu. karen dengan berani menanyakan ke dirga ada apa dengan “ini” semua.dirga sempet mengelak dengan mengatakan tidak ada apa-apa. namun dirga tidak pandai menutupi ini semua.dirga bilang merasakan hal lain dengan karen. selama ini dirga tidak pernah merasa ada perasaan ini ke karen.tapi semakin hari semakin jelas ada yang dirasakan dirga ke karen, perasaan yang lain, dirga merasa menganggap karen lebih dr sekedar teman. tidak ada yang bs dipungkiri, dirga sayang sama karen melebihi sayangnya ke sasya.namun dirga tahu tidak mungkin  untuk saling memiliki. dirga tidak siap kalau karen harus menanggung hal yang tidak di inginkan yang akan dilakukan sasya nantinya. dirga hanya bs menyimpan dan menjaga perasaannya untuk karen.

Karen kaget,dan hanya bisa terdiam......

.......



karena karen tidak merasakan hal yg sama terhadap dirga. karen hanya menganggap dirga teman. dan tidak pernah lebih.karen menjaga perasaannya untuk lelaki dimasa lalunya. hanya dia yang karen inginkan. karena pembicaraan dirga karen mulai menjaga jarak. karen tidak mau ketemu dirga untuk beberaapa waktu. karen menghindari dirga. dan dirga merasa bahwa karen menghindar. 
karen pergi keluar kota menginap beberapa waktu dirumah tantenya. untuk merenungi semuanya.untuk mengatakan ke hatinya bahwa ini semua tidak sepantasnya terjadi. hanya sasya yang pantas untuk pria seperti dirga. mereka seperti raja dan ratu jika nantinya bersanding. sedangkan karen hanya seorang perempuan biasa. semakin karen jauh dari dirga, semakin itu juga karen tidak bisa melupakan dirga. tanpa disadari karen sayang sama dirga. dan karen menangisi keadaannya berdua dirga. karen tidak mau ini terjadi. namun karen tidak mau marah oleh semesta yang telah menemukan karen dan dirga. karen merasa pertemuannya bukan sekedar kebetulan melainkan hal yang di-amin-i alam semesta untuk karen. karen tidak mau menyesal dikemudian hari. karen tidak mau hal ini hanya menjadi penyesalannya semata.
karen membulatkan tekad untuk pulang kejakarta dan menemui dirga.karen hanya mau memeluk dirga tanpa mengatakan isi hatinya. karen terlalu gengsi.

nggak lama kemudian dari luar rumah tante karen terdengar ada seseorang yang memanggil. karen keluar, karen kaget dan tidak bisa berkata apa-apa.ternyata dirga,dirga yang ada diluar.dirga yg menyusul karen ke kota itu.tanpa bertanya ke karen dirga menemui karen sekarang. begitu melihat dirga karen hanya memeluk dan menangis. dirga pun membalas pelukan karen dengan hangat dan erat. dalam tangisan karen dirga hanya berbisik “ada apa ren,siapa yang jahat?sini biar gue yang pukulin” karen semakin menjadi-jadi menangisnya. akhirnya ketika tangis karen sudah mulai reda, dirga bertanya “hal apa yang membuat lo lari menjauh ren?” karen hanya membisu,sampai akhirnya dirga berkata “kalo Cuma diem,percuma dong jauh-jauh gue dateng”. karen takut dirga pergi, karen takut menyesal. akhirnya dirga bilang “kalo pernyataan gue yg lalu mengganggu lo,dan buat lo pergi. biarkan gue menarik kata-kata gue ren” dan karen pun akhirnya  mengatakan “gue sayang lo ga, semakin gue menjauh,ternyata semakin gue merasa ada perasaan disini (sambil menunjuk dadanya) ngga bisa dipungkiri, gue sayang lo. tapi karna kapasitas dan keadaan. gue sangat amat tau diri,maaf ya ga kalo gue bilang ini semua. padahal dari awal lo udah ingetin gue untuk ga kebawa perasaan” dirga diem.. Cuma diem, dan karen semakin bingung “ga,gue salah ya ngmg gitu?”
dirga jawab “nggak ren,gue putus sama sasya. sasya terlalu sering bilang putus sama gue, dan gue udah bener2 cape. cape nahan. dan kmrn gue mengiyakan. gue putus sama dia. dan gue mau lo sama gue untuk sama2. bukan karna hadirnya elo ren, tp krn berubahnya perasaan ini. dan hubungan yg sudah tidak bs dipaksakan, dan jgn pernah anggep ini pelarian gue buat lupain sasya, krn rasa gue ke elo sudah ada sejak lama. tp emang tidak pernah gue sadari. sekali lagi gue tanya Karen Novgita, mau kah kamu menjadi pacarku sekaligus menjadi pendamping hidup aku sampai tua nanti?” karen Cuma diem, dan langsung meluk dirga sambil netesin air mata.dalam tangisnya yang hening, karen berkata dengan lirih “mau dirga, tanpa penuh syarat apapun karen janji untuk selalu sayang sama dirga dan menemani dirga bagaimanapun keadaannya"

.....................................................................end..............................................................................